• Kontak Kami
  • Hotline : 085649595148
  • SMS : 085649595148
  • BBM : 59957FC7

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Setelah Kanker Payudara, Resiko Depresi Tetap Mengancam

Setelah Kanker Payudara, Resiko Depresi Tetap Mengancam

Diposting pada oleh Chandra Medika

14110801
Dilansir dari health.com, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan secara online pada tanggal 27 Oktober kemarin di Journal of Clinical Oncology menemukan bahwa setelah seorang pasien berhasil selamat dari kanker payudara, ancaman yang juga tak kalah menakutkan yaitu depresi masih ada dan membutuhkan obat-obatan anti depresan.
Para peneliti di Copenhagen telah menganalisis data pada 2 juta wanita yang awalnya tidak terkena kanker antara tahun 1998 hingga 2011. Selama proses penelitian ini, mereka menemukan 45.000 wanita yang kemudian terdiagnosis kanker payudara. Dari studi ini diketahui bahwa kemungkinan untuk terserang depresi parah meningkat sebesar 70% pada tahun pertama seorang wanita terdiagnosis kanker payudara. Para wanita yang terdiagnosis kanker payudara juga memiliki kecenderungan mengonsumsi obat-obatan anti depresan 3 kali lebih banyak daripada orang yang tidak terkena kanker.
Bahkan menurut pimpinan penelitian Dr. Christoffer Johansen yang merupakan seorang profesor pada Danish Center Society Research Center, depresi ini tidak pergi dengan mudah karena berdasarkan studi dia menemukan bahwa masih banyak wanita yang mengonsumsi obat-obatan anti depresan bahkan hingga 8 tahun sejak dia terdiagnosis kanker payudara.
Menurutnya, para dokter ahli kanker payudara harus lebih memfokuskan pada masalah depresi ini dan mengangkat masalah depresi sebagai salah satu bagian dari perawatan kanker. Tentu saja hal itu diperlukan karena walaupun banyak wanita yang selamat dari kanker, mereka bisa saja stres karena merasa tidak sempurna lagi setelah salah satu atau kedua payudaranya diangkat.
Sebenarnya studi ini haya melihat adanya hubungan antara kanker payudara dan depresi yang diderita pasien. Walaupun studi ini tidak meneliti lebih lanjut mengenai alasan dan penyebab mengapa wanita masih mengalami depresi jauh setelah terdiagnosis, namun Dr. Johansen mengungkapkan beberapa teorinya.

 

Setelah Kanker Payudara Divonis Sembuh, Resiko Depresi Tetap Mengancam

Menurutnya kanker adalah penyakit yang sangat ditakuti karena bisa bertambah parah, bisa muncul kembali, dan menyebabkan kematian pada penderitanya. Akhirnya banyak pasien yang begitu panik ketika menerima diagnosis mereka beserta berbagai perawatan yang akan dijalaninya. Adanya pemaparan diagnosis ini tidak bisa diterima dengan baik oleh banyak wanita hingga akhirnya mereka mengalami depresi. Resiko terkena depresi ini paling besar terjadi selama lima tahun setelah diagnosis kanker diberikan.
Dalam studi yang sama juga ditemukan bahwa pada pasien berusia lanjut, memiliki kanker payudara yang telah menyebar ke organ lain seperti limpa dapat menimbulkan depresi paling parah dibandingkan dengan pasien lainnya. Bahkan apapun prosedur operasi yang dilakukan tidak akan bisa menurunkan tingkat depresi yang mereka derita.
Studi ini sangat cepat menyebar dan menurut salah satu pegiat sosial, Matthew Loscalzo yang merupakan pimpinan sebuah badan sosial yang memberikan kepedulian pada para penderita kanker di California mengatakan bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Menurutnya, ketika kita memiliki penyakit seperti kanker maka hal itu akan terus terpikirkan di bagian terdalam pikiran kita dan pada akhirnya akan sangat mempengaruhi berbagai pilihan dalam hidup kita. Selain itu setelah wanita menghadapi prosedur penanganan kanker payudara seperti pengangkatan salah satu payudara, maka mereka akan diberikan obat-obatan yang bisa membantu mencegah kanker tersebut kembali lagi. Secara tidak langsung, pemberian obat-obatan ini akan terus mengingatkan wanita akan kanker yang belum benar-benar hilang dan akan bisa membuat mereka depresi.
Menurutnya lagi, kanker payudara merupakan kanker dengan prosedur perawatan yang paling memungkinkan pasiennya untuk terus hidup bahkan berpuluh-puluh tahun setelah mereka terdiagnosis sehingga masalah kesehatan mental seharusnya bisa diatasi.

Bagikan informasi tentang Setelah Kanker Payudara, Resiko Depresi Tetap Mengancam kepada teman atau kerabat Anda.

Setelah Kanker Payudara, Resiko Depresi Tetap Mengancam | Toko Alat Kesehatan

Belum ada komentar untuk Setelah Kanker Payudara, Resiko Depresi Tetap Mengancam

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
*Harga Hubungi CS
Ready Stock / AKU-003
Rp 470.000
Ready Stock / AFT-003
Rp 160.000
Ready Stock / TIM-001
SIDEBAR